RohulNews-(Pasirpengaraian),
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Rokan Hulu
(Rohul), menyiapkan empat desa lagi, untuk menjadi Desa Wisata, sehingga
bila nantinya terealisasi maka di, Rokan Hulu memiliki 7 Desa Wisata.
Keempat desa yang diajukan menjadi desa wisata yakni, Desa Serombo Indah Kecamatan Rambah Hilir yang memiliki peninggalan sejarah Rumah Batu Serombo. Desa Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto memiliki Istana Rokan dan terkenal dengan anyaman tikarnya. Kemudian Desa Kepenuhan Tengah Danau Dipo Sungai Kuning yang memiliki Kesenian Berjanji, Bodiki, dan Gondang Barogong. Desa Rambah Tengah Hulu yang memiliki Air Panas Pawan Resort, Air Panas Hapanasan, Goa Sikapir, danterkenal dengan anyaman tikarnya.
Kepala Disbudpar Yurikawati yang dikonfirmasi melalui sekretarisnya Dra. Raudah menyatakan, dari 3 Desa Wisata yang sudah ada, pihaknya kembali mengajukan empat desa lagi untuk menjadi Desa Wisata.
Sebelumnya, Rokan Hulu memiliki 3 Desa Wisata, yakni Desa Rantau Binuang Sakti Kecamatan Kepenuhan. Desa itu, akan dibangun Surau Suluk dan Visitor Centre melalui bantuan APBN melalui program Rural Infrastructure Services dan merupakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (RIS-PNPM) pada tahun kedua senilai Rp75 juta.
Kemudian di Desa Sialang Jaya Kecamatan Rambah, telah terima bantuan Rp75 juta bersumber dari dana RIS PNPM dan telah mendapatkan tahun kedua. Kemudian Desa Tambusai Tengah Kecamatan Tambusai,memiliki obyek wisata Benteng 7 Lapis, telah menerima bantuan Rp100 juta dari bantuan RIS APBN dan sudah tahun kedua.
Sedang 3 desa yang sudah jadi Desa Wisata, yakni Desa Sialang Jaya yang dinilai belum mandiri. Ditahun ini, desa itu kembali diajukan agar bisa menerima bantuan bersumber dari RIS-PNPM 2013 karena memiliki potensi besar pohon dan penghasil gula aren di Rokan Hulu.
Dalam upaya pembentukan beberapa desa menjadi Desa Wisata adalah sebagai salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam menggalakkan Program Sadar Wisata bagi masyarakat lokal.
Selain menata desa, Disbudpar juga pernah membekali sumber daya manusia (SDM) desa dengan pembekalan untuk membangun kesadaran wisata dan tentang potensi wisata di desanya. Termasuk di tahun ini, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di jajaran Pemkab turut diintruksikan ikut mendukung Program Sadar Wisata dengan menggelar kunjungan secara rutin ke obyek-obyek wisata yang ada di kawasan Negeri Seribu Suluk.
Keempat desa diharapkan jadi Desa Wisata, dan Disbudpar akan tetap fokus dengan dua obyek wisata unggulan seperti Air Panas Hapanasan dan Bendungan Kaiti-Samo atau Danau Cipogas Kecamatan Rambah.
Sementara, untuk obyek wisata Air Panas Hapanasan, pada tahun ini, rencananya akan dibangun Gapura di dua lokasi, kantor pelayanan kesehatan, serta fasilitas out bond yang merupakan bantuan dari APBD Murni Rokan Hulu 2013. Untuk perbaikan dan penyediaan sarana permainan di Hapanasan, Disbudpar masih berharap bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau, termasuk sejumlah sarana lain yang dibutuhkan di belakang hari
Keempat desa yang diajukan menjadi desa wisata yakni, Desa Serombo Indah Kecamatan Rambah Hilir yang memiliki peninggalan sejarah Rumah Batu Serombo. Desa Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto memiliki Istana Rokan dan terkenal dengan anyaman tikarnya. Kemudian Desa Kepenuhan Tengah Danau Dipo Sungai Kuning yang memiliki Kesenian Berjanji, Bodiki, dan Gondang Barogong. Desa Rambah Tengah Hulu yang memiliki Air Panas Pawan Resort, Air Panas Hapanasan, Goa Sikapir, danterkenal dengan anyaman tikarnya.
Kepala Disbudpar Yurikawati yang dikonfirmasi melalui sekretarisnya Dra. Raudah menyatakan, dari 3 Desa Wisata yang sudah ada, pihaknya kembali mengajukan empat desa lagi untuk menjadi Desa Wisata.
Sebelumnya, Rokan Hulu memiliki 3 Desa Wisata, yakni Desa Rantau Binuang Sakti Kecamatan Kepenuhan. Desa itu, akan dibangun Surau Suluk dan Visitor Centre melalui bantuan APBN melalui program Rural Infrastructure Services dan merupakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (RIS-PNPM) pada tahun kedua senilai Rp75 juta.
Kemudian di Desa Sialang Jaya Kecamatan Rambah, telah terima bantuan Rp75 juta bersumber dari dana RIS PNPM dan telah mendapatkan tahun kedua. Kemudian Desa Tambusai Tengah Kecamatan Tambusai,memiliki obyek wisata Benteng 7 Lapis, telah menerima bantuan Rp100 juta dari bantuan RIS APBN dan sudah tahun kedua.
Sedang 3 desa yang sudah jadi Desa Wisata, yakni Desa Sialang Jaya yang dinilai belum mandiri. Ditahun ini, desa itu kembali diajukan agar bisa menerima bantuan bersumber dari RIS-PNPM 2013 karena memiliki potensi besar pohon dan penghasil gula aren di Rokan Hulu.
Dalam upaya pembentukan beberapa desa menjadi Desa Wisata adalah sebagai salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam menggalakkan Program Sadar Wisata bagi masyarakat lokal.
Selain menata desa, Disbudpar juga pernah membekali sumber daya manusia (SDM) desa dengan pembekalan untuk membangun kesadaran wisata dan tentang potensi wisata di desanya. Termasuk di tahun ini, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di jajaran Pemkab turut diintruksikan ikut mendukung Program Sadar Wisata dengan menggelar kunjungan secara rutin ke obyek-obyek wisata yang ada di kawasan Negeri Seribu Suluk.
Keempat desa diharapkan jadi Desa Wisata, dan Disbudpar akan tetap fokus dengan dua obyek wisata unggulan seperti Air Panas Hapanasan dan Bendungan Kaiti-Samo atau Danau Cipogas Kecamatan Rambah.
Sementara, untuk obyek wisata Air Panas Hapanasan, pada tahun ini, rencananya akan dibangun Gapura di dua lokasi, kantor pelayanan kesehatan, serta fasilitas out bond yang merupakan bantuan dari APBD Murni Rokan Hulu 2013. Untuk perbaikan dan penyediaan sarana permainan di Hapanasan, Disbudpar masih berharap bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau, termasuk sejumlah sarana lain yang dibutuhkan di belakang hari
sumber : http://rohulnews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar