Selamat datang di Web Blog kami, sebagai putra kepenuhan admint ingin berbuat sesuatu yang kecil untuk tanah kelahiran admint, tulisan ini di muat untuk menambah sumber informasi bagi masyarakat kepenuhan khusus nya dan indonesia umumnya tentang berbagai informasi yang ada di kepenuhan, baik dari segi adat budaya, suku dan lain nya, semoga bermanfaat, artikel ini di ambil dari berbagai sumber, jika ada kritk dan saran atau jika ingin berbagi informasi seputar kepenuhan silahkan kirim artikel anda via email ke: ladubona@gmail.com. trimakasih Media Informasi Kec. Kepenuhan: Sejarah Suku

Jumat, 18 April 2014

Sejarah Suku

1.  PENGERTIANSUKU
Yang disebut suku di adat Luhak Kepenuhan adalah kelompok yang berasal dariseorang uci penempuan. Sesuku artinya semua keturunan dari uci ke bawah yangdihitung menurut garis ibu, yaitu:
Uci menurunkan unyang
Uyang menurunkan uwak
Uwak menurunkan omak
Omak menurunkan anak (laki-laki dan perempuan)

Semua keturunan Uci disebut sepesukuan atau sesuku. Kelompok sepesukuandikepalai oleh seorang penghulu suku atau ninik mamak. Dalam sepesukuan yangdapat dan boleh menjadi penghulu hanyalah pria yaitu boleh unyang(laki-laki), atuk (datuk), bapak atau mamak atau kemenakan laki-laki.Hal ini sudah menjadi ketentuan adat.
Cara membaca garis kesukuan di Luhak Kepenuhan adalah dari pihak ibu yangmelahirkan anak Kemenakan. Melalui garis keturunan ibu seluruh sanak familidalam kesukuan akan diketahui dan dapat bertingkah laku sesuai yang ditentukanadat Luhak Kepenuhan. Misalnya, dalam penentuan pimpinan dari Pucuk sampai ke MatoBuah Poik, menjadi kajian utama yang memimpin dalam masing-masing suku.Dengan demikian, pelaksanaan keadatan selanjutnya adalah tugas para pejabatyang telah dipercaya oleh sepesukuannya.
 2.      LAHIRNYASUKU-SUKU DI LUHAK KEPENUHAN
Keberadaan negeri Kepenuhan pada mulanya telah dihuni oleh sekelompokmasyarakat yang datang dari daratan (diduga dan Kerajaan Sriwijaya dan KerajaanPagaruyung) dan lautan (Kerajaan Malaka, Malaysia). Mereka yang berdatangan kedaerah ini dengan berkelompok dan mereka silih berganti antara satu kelompokdengan kelompok yang lain. Untuk mengetahui secara mendalam tentang asal usulmasyarakat Kepenuhan, penulis akan memaparkan terlebih dahulu tentang sejarahyang melatar belakangi kedatangan para pendatang tersebut.
Suatu ketika berlayar sebuah perahu kapal dari Hindia yang berasal dariGunung Himalaya menuju Malaka. Di tengah mengarungi lautan mereka berselisihdengan perahu kapal asal Jawa yang sedang menuju pulang ke Pulau Jawa.Sekelompok orang Jawa tersebut menyebutkan kata orang melayu, karenaperahu kapal milik Hindia itu begitu kencang berlayar. Maksud dari kata melayudi sini adalah orang berlari seperti karena dikejar, demikian anggapanorang Jawa tersebut melihat kejadian itu dengan menyebut-nyebut Melayu! Melayu!Melayu!
Sesampai di Selat Malaka, mereka berlabuh. Perahu kapalnya menepi danberhenti beberapa saat guna menambah perbekalan perjalanan berikutnya. Dengankedatangan sekelompok masyarakat ini penduduk setempat memiliki alibi bahwa rombongganorang Malaysia. Tujuan dari rombongan perahu kapal tersebut adalah ke RokanKanan, tepatnya ke Kepenuhan. Setelah perbekalan yang dibutuhkan sudahdidapatkan dan tali yang diikat sudah pula dilepas, pertanda perahu kapal akanberlayar menuju persinggahan berikutnya, yaitu Rokan.
Di tengah perjalanan, perahu kapal yang ditumpangi rombongan tersebutkandas di tengah laut, sehingga mereka terhenti. Dalam situasi demikian, parapenumpang berusaha agar perahu kapal yang kandas dapat melanjutkan perjalanandengan cepat. Sebagian mereka ada yang menahan aliran air, supaya air lauttersebut bisa pasang kembali. Ada yang menahan atau menumpu perahu kapal agartidak lari arah dari yang direncanakan. Ada pula yang berdiam diri. Ada yangmenjadi kapten kapal, baik di bawah, di tengah, maupun di atas, supaya perahukapal dapat terkendali dengan baik. Selain itu ada pula yang sibuk mengurusdirinya sendiri.
Demikianlah kondisi yang terjadi saat perahu kapal kandas. Menurutsejarah, dengan kejadian tersebut lahirlah suku-suku yang menunjukkan jati diriyang mereka miliki, yaitu menjadi tujuh kelompok. Mereka ini adalah Melayu,Kandang Kopuh, Pungkuik, Moniliang, Kuti, dan Mais, yang selanjutnya merekaterbagi menjadi tujuh suku.
sumber : http://ismailhamkaz.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar