Selamat datang di Web Blog kami, sebagai putra kepenuhan admint ingin berbuat sesuatu yang kecil untuk tanah kelahiran admint, tulisan ini di muat untuk menambah sumber informasi bagi masyarakat kepenuhan khusus nya dan indonesia umumnya tentang berbagai informasi yang ada di kepenuhan, baik dari segi adat budaya, suku dan lain nya, semoga bermanfaat, artikel ini di ambil dari berbagai sumber, jika ada kritk dan saran atau jika ingin berbagi informasi seputar kepenuhan silahkan kirim artikel anda via email ke: ladubona@gmail.com. trimakasih Media Informasi Kec. Kepenuhan: SEMBOYANBERBAGAI SUKU DI LUHAK KEPENUHAN

Jumat, 18 April 2014

SEMBOYANBERBAGAI SUKU DI LUHAK KEPENUHAN


Makna kata “semboyan” pada konteks ini diartikan sebagai jati diri atauidentitas yang melekat pada suku yang bersangkutan. Sejarah telah menggoreskanmengapa semboyan tersebut bias melekat pada Suku Nan Tujuh. Berdasarkancerita para orang tua atau masyarakat kepenuhan dengan cerdik pandainya, darisepuluh suku yang ada, dipastikan hanya tujuh suku diantaranya yang dapat dipaparkan.

Suku yang tujuh tersebut adalah Suku Melayu, Suku Moniliang, Sukupungkuik, Suku Kandang Kopuh, Suku Mais, Suku Kuti, dan Suku Ampu. Sedangkanuntuk suku yang Tiga Piak yaitu Suku Bangsawan, Suku Anak Raja-raja, danSuku Nan Seratus, belum memiliki semboyan sebagai tanda dan jati diri yang merekamiliki. Namun demikian, masyarakat Kepenuhan tahu dengan sendirinya akanidentitas lain yang melekat pada Suku Tiga Piak ini, yaitu SukuBangsawan dan keturunan raja, Suku Anak Raja-raja dan kaum atau dari pejabatkerajaan atau dalam masyarakat Kepenuhan dikenal dengan sebutan Punggawa Kerajaan.Sedangkan Suku Nan Seratus adalah pesuruh raja atau dapat juga dikatakansebagai pembantu raja.
Ugkapan kata semboyan yang dimaksud di sini juga mengandung pengertiansifat yang dimiliki oleh pribadi-pribadi anggota suku tersebut. Dalam kenyataankehidupan keseharian, kita dapat membedakan asal suku mereka atau membedakansuku berdasarkan semboyan atau tingkah laku dalam pergaulannya. Inilah hebatnyaidentitas yang melekat pada berbagai suku tersebut. Lebih jelasnya bagaimanabunyi semboyan tersebut maka dapat disimak berbagai paparan di bawah ini.

SukuMelayau
ContiangMelayu
Contiang adalah bahasa Kepenuhan, dan dalam bahasa Indonesi dapatdiartikan sebagai orang yang memiliki sifat netral ketika menghadapi segalapermasalahan kehidupan. Arti lain yang dimilikinya adalah orang yang mempunyaikepintaran, kecerdasan, namun tidak menunjukkan kesombongan atas apa yang menjadikelebihannya. Karena memiliki berbagai sifat ini, Maka Suku Melayu dipercayakanoleh suku nan sepuluh untuk memimpin Kerapatan Adat Luhak Kepenuhan.

SukuMoniliang
GodangKato Uwang Moniliang
Sifat yang melekat pada suku ini dari semboyannya adalah mereka selalumerasa tinggi, hebat, mampu, dari segala sifat yang membuat mereka menjadipercaya diri berhadapan dengan siapa pun. Dalam kenyataannya semua sifattersebut hanya lengket pada kulitnya saja, namun kemampuan mereka ini membuatmereka menjadi orang yang disegani oleh suku yang lain. Godang katolebih diartikan pada segala ungkapan atau perbuatan ini (sifat). Mereka padadasarnya tidak memiliki kemampuan namun mereka tetap menyanggupi dari segalaapa yang menjadi perbuatan atau tindak tanduk mereka. Semoga. Dalam bahasaKepenuhan akan dapat didengarkan yaitu “….mmmhh, godang kato bang ko”.Ungkapan tersebut terucap karena melihat sifat tingkah laku mereka.

SukuPungkuik
DukungTobalik Anak Uwang Pungkuik, Dek Nak Copek Anak Tingga
Sifat yang melekat pada suku ini adalah mereka memiliki banyak aktivitasdalam kerapatan adat dan selalu memperhatikan kepentingan orang banyak, sepertibersifat menolong, membantu atau sebagainya. Namun sayang, karena terlalu asyikmelakukan suatu aktivitas, terkadang mereka nyaris lupa akan tanggun jawabnyasebagai kepala keluarga atas anak dan kemenaka mereka.

SukuKandang Kopuh
BaikBudi Uwang Kanang Kopuh
 “Makcik! Silih lu boreh socupak, bisuk kami ganti, Makcik..! jee nak lai kami punyo boreh do nak,aa umah Atuk itu lai.,.! Artinya. “Makcik! Pinjamkan kami beras satu cupak(1½ Liter), besok kami kembalikan, Makcik…! kami tak punya beras nak, tapi dirumah Datuk itu ada…!” jawab orang Suku Kandang Kopuh
Dialog di atas adalah sebagai contoh dalam kehidupan keseharian dalamSuku Kandang Kopuh, yaitu mereka melakuan sesuatu seolah-olah orang lain yangberbuat baik, tapi sebenarnya mereka lah yang berbuat baik kepada orang lain. Merekaini selalu memberikan jalan keluar yang sangat memuaskan apabila ada seseorangmemerlukan bantuannya. Mereka akan menunjukkan jalan keluar dari persoalan yangdihadapi orang yang meminta bantuan tersebut sesuai dengan keinginan yangmeminta bantuan.

Suku Mais
Sayangdianak Bak Uwang Maih
Alkisah ayahnya suku mais dan ibunya suku melayu. Anaknya dikenal cerdas,arif dan bijaksana, melihat anaknya seperti itu sang ayah memenuhi segalasesuatu yang menjadi keinginan anaknya. Pada suatu ketika sianak ini akandiangkat menjadi datuk Bendara Sakti, namun dalam pengangkatan tersebut kurangsyaratnya yaitu tanjak untuk penutup kepalanya belum disiapkan, maka dengan bijaksiayah karena sayang pada anaknya lalu bendera tunggul adatnya dipotong untukdijadikan tanjak penutup kepala anaknya. Oleh karena itulah makanya benderatunggul suku mais ini lebih pendek dari tunggul suku lainnya

Menurt cerita dan tradisi sampai sekarang apabila perkawinan antara sukumais dengan melayu banyak yang serasi dan langgeng keluarganya.

Kikik Kodek Uwang Mais Monyama Sodang Makan
Kikik kodek dapat diartikan sifat yang kurang baik diluhak Kepenuhan,artian dalam bahasa Indonesianya kikir atau pelit. Pada dasarnya kikik disinimerupakan sifat yang sangat tinggi sekali perhitungannya, mereka tidak mausembarangan memberikan sesuatu kepada orang lain bahkan cenderung menghindarbila dimintai pertolongan/bantuan.
Monyama sodang makan merupakan konotasi bahwa orang mais sangat tinggisekali perhitungannya untuk makanpu mereka bekerja sambil makan baru membuatlauk-pauk yang akan dimakan, ini menunjukkan mereka tidak mau semuarya sia-siaatau terbuang begitu saja, jadi biarlah sedang maka membuat sambal guna tauberapa jumlah yang akan dihabiskan.

Suku Ampu
LongkokDolok Anak Ampu Nasi Masak Panggilan pulang
Pada umumnya sifat yang paling menonjol dari Suku Ampuh adalah orangnyacepat naik pitam (cepat marah) dalam menghadapi apa pun yang menjadipekerjaannya. Gaya bicaranyapun menampakkan sifat ini. Meskipun memiliki maksudyang baik kepada lawan bicaranya, tapi gaya bicaranya tetap lantang keras.Suatu waktu bahkan sempat mengakibatkan bentrok fisik. Sifat kedua yangdimiliki suku ini adalah bahasa sindiran yang mampu membuat seseorang atausiapapun ikut dengan yang disampaikannya.
Sebagai contoh dapat dicermati ungkapan ketika mereka akan makan bersamakeluarganya dan bersamaan pada waktu itu ada tamu yang berkunjung ke rumahnya. “Assalamu’alaikum”ucap tamu yang datang. “Wa’alaikum salam”, balas anggota keluarga itu.Sebelum tamu itu sampai ke dalam rumah, mereka pun berucap kepada sang tamu, “Naksaya dengar ibumu memanggil agar kamu pulang secepatnya. Coba dengarkan itu!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar